Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Puisi-puisi Agustus 2007

0 komentar
TAK LAGI
maafkanku sakitimu
tanpa sua kata akhiri
semua lalu tak kuasaku
galaumu sendiri tak lagi
Dia kan ada selalu untukmu
Dia hanya sejauh doa honey.

javas,080807.

SENDIRI
aku pulang menggigil
perih luka mendidih
demi bulan bintang di langit
gombal basi kuyakini
kemana kau kutangisi?
percuma katamu berbelit
hapus jejak lalu berkelit
akhiri satu kata,finish.
GR,100807.


BUNGA KAMPA
bunga kampa kamitua
layu terkampai lunglai
berkampuh terkucak kucam

beranak macam kurawa
besar di kata nyata tak
berebut muka pamrih ada

layuh kampa merindu lara
pada pandawa berlabuh mata
menanti layung menjemputnya.

gdm,130807.

Semeru dan Puisi-puisi Lainnya

0 komentar
SEMERU

aku rindu tatapmu
dalam menusuk tersipu
jengah menggelayutku
tergugu lembut tuturmu

“adikku karibku sunnyku
jangan ragu meski lalu
gambarmu rapi menyatu
terukir indah di kalbu”

kau genggam jemariku
aku genggam janjimu
nyata beku membelenggu
beribu hari membisu

pecah tawamu kurindu
merdu suaramu lukaiku
kau masih sehangat dulu
sayang kau lupa Dia yang satu.

030195


PULANG

di tawang hatiku tertinggal
di sudut ruang tersimpan
lembut tatapmu menggenang

di ragunan senyummu mengembang
jalan-jalan jakarta sempit kau bilang
kembali kelaut kau tenggelam

aku ingin merajut benang
merah di atas jurang memisah
bersama pulang ke rumah.

170994


TANJUNG

simatupang cakar langit
menjulang timpang cermin
di belakang lapar mengiris

jalan tumpah kiri kanan
rapat menguap milyaran
mati tak bebas terhambat

gelap masuk ke perut
cawang ular…ular meliuk
amis sengit menusuk

simpang lima! kutergagap
baui kali hitam pekat
terseok-seok menggeliat

tiang cahaya matahari
menohok memerah pipi
dimana citra sembunyi

simpang lima mati dijejali
container berendeng mercy
koasi becak metromini

sayang dimana gambarmu
lepas tergerus arus laut
keseberang arah sujud

sesak mendesak dada
jeritku memecah hampa
tertawan hatimu di simpang

kumandang takbir kuterjaga
di simpang lima priuk ada
bukan tanjung emas dimana

disana bintangku pijar
tinggal tertutup awan
seribu bulan berikan terang.

070707


TITIS

satu dering lelapmu tersungging
satu dering pagimu tersungnging
dingin di samping ku terasing

satu dering aku terpancing
no numbers kau tersungging
setiap dering ku terpelanting

satu dering tanya teriring
jumatan mas? hp kau banting
nyaring tawaku melengking

satu dering kali lain
jumatan mas! palamu miring
tlah ku cuci hati dan pikir

satu dering lengan kau singsing
beriring mengejar muadzin
panas tak mau ku tersingkir

kuhujam dalam belit taring
bisa dibalik tahta menggiring
mengikat buah berbenih

bara kemilauku menitis
kikis jiwa-jiwa tipis
rintis hingga masa habis.

ku goda adam di surga
di dunia anak cucunya
dalam berjuta rupa ada.

110607


SMOGA

kiranya airmata
tahajudku kembalikan
hatimu padaNya
seribu bulan ku akan
menunggu dalam doa.

161295


MIRIS

gelap malam sendiri
bulan bintang sembunyi
di matamu senyum pagi

pada kejora dini kau berbagi
aku hanya vas dimana benih
kecambah tumbuh di sisi

tanpa tahu siapa sembunyi
di balik bilik ruang hati
Tak ada tapi ada pasti.

sl, 200406


BILA

sepuluh langkah
belia ukir cerita
pilu terpisah cita

dua puluh remaja
terbang kau kelana
mengejar seribu asa

tiga puluh tersua
indah dinding kaca
pecah terbelah jiwa

empat puluh nyata
di sini ku kau di sana
tergenang airmata

sepuluh lalu kutanya
bila ada masa tersisa
kunantimu di rumahNya.

200405

Pencuri Waktu Jumat

0 komentar
Tersambung pipa pada kolam dalam
di tengah jumat cerah berawan
berendam di kawah hangat menawan
nikmat lupa kan kewajiban tuan

Tertumbuk lumpang diatas
dipan beralas tazmanian
detik berputar senja memudar
bawah terpancar wajah menegang

“Syet-tan!” teriak berbentur pandang
“Kamu yang setan!” semburnya menantang
“Apa kamu bilang?”
“Maumu apa?”

“Pikirmu gampang lepas tangan
kamu pikun lupa aku punya
kunci ke dunia mayapada
takkan bisa kau bebas melenggang.”

Lagi lagi lagi dan lagi ya!
debat sesudah nikmat mencuat
luka basi menganga terkoyak
pemenangnya syetan yang sesungguhnya
peroleh kawan bersorak gempita

Berkelebat gas ditancap
pencuri waktu sholat Jumat
kembali menghadap meja
selamat tak ada yang melihat
tak ingat Tuhan Maha Melihat

Senja merona sesaat gelap
menjemput secepat kilat
bercerminlah tuan lihat
tak ada bekal kecuali khilaf
bila tuan kan bertaubat?

Mahar

0 komentar
Bertanya seorang laki-laki dari masa lalu
maukah kau menikah denganku?
jika Tuhan mengijinkanku
apakah artinya kau setuju?
jika tanyamu sepuluh tahun lalu

Tapi dalam sujud tahajud dan tadarusmu
kau masih menangis untukku
kerna kau berpaling memilih jalanmu
tak ada satu kebetulan di dunia kau tahu
adalah rencana Tuhan kuterima pencerahanku

Kita kan terbang ke negeri salju
tuk menyatu tanpa penghulu
kalau boleh kupilih maharku?
demi bulan dan bintang di langit janjiku
seperangkat alat sholat terbaik untukmu

Serupa yang kau beri pada istrimu
dulu tuk kelabuhi ayah ibumu?
tidak, bukan itu yang kumau
Tuhan tidak tertipu tapi dirimu
yang berlapang dada bersekutu

Demi buah hatiku yang tak lagi beribu?
“Baik, nikahi aku di surau kecil kita dulu
dengan Al Maidah dan Tarjamah tulisan tanganmu.”
Plaak! Aduh! nyamuk. terjaga aku
sebuah pesan menunggu

“Masih juga kau mimpi yang sama?
bodohnya kau tak juga menghapusnya
takkan ada mimpi yang nyata
rugi tak ada manfaat tak ada guna
kami bahagia harapku kau juga.”

Doaku tuk ayah ibumu disetiap ujung malam
kiranya takkan sampai padamu di seberang
ikhtiar seribu malam seribu bulan
mengharap karunia di Lailatul Qodar
yang Maha Pengasih yang Maha Tahu segalanya

Dalam cahaya bulan dan bintang malam
datang seorang laki-laki ke surau tua
menyalin Al Maidah dan Tarjamahnya
tak ada yang tak mungkin di dunia
hidayah bagi siapa yang dikehendakiNya

Takbir berkumandang sambut kemenangan
bagi yang bersabar dan bertaqwa
bertasbih memuji namaNya
yang Maha Besar yang Maha Pemaaf
yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.



Pml, 200407.

Juli Menangis

0 komentar
July menangis gerimis
sinis menebar amis
dan benang berbelit
berkait title: loyalty
but treachery or loyalty
cuma beda tipis sekali

Lata culpa kumis tipis
lamis terhimpit meringis
nervous narsis unjuk eksis
miris kembang kempis habis
semua yang tertulis di notaris
Bravo miss! Quo vadis?

July masih terus menangis
gerimis sinis menebar amis
di atas tersenyum manis
tengah terkikis bawah apatis
yang pintar langsir mengais
mengaruk gatal mengelikik

treachery or loyalty
it’s not your business
keep your lips, please!
give me totally service
not advise,’cause this chaos
dikipas dikupas takkan temui finish.

sl, 96-06.

Cermin

0 komentar
dia yang jalang kata orang
lantang menantang
tak akuiku teman
apalagi mantan
jikaku nekad menyeberang

tapi kau yang kudewakan
enteng berujar
keyakinan bukan warisan
tapi buah perjalanan

paras laku ternyata
tak selalu cerminkan
seperti kedondong
dan rambutan.

e.w.i.s.

Raup

0 komentar
jati kering meranggas
gelisah menatap senja
di bukit hijau gaga bernas
ranting berserak biji melesat
kemana angin lalu singgah
musafir raup jadikan cahaya
dalam gerimis memeluk asa
merekat yang terserak
menyiram biji bertunas
kembali jati berbunga moga.

serayu,120807

Akhirnya

0 komentar
dia memilih pergi
kejar angan membuncah
benih tumpah terengah
di kawah hijau tak buah
tak celah tuk kelah lelah
terpuas gerah gelisah

dia memilih pergi
bersama angin tinggal
tunas-tunas meranggas
di bukit kering bergeming
memeluk malam gerimis
ber-asa kasihNya singgah.

070807
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates